Beranda ยป Penyakit Gangguan Bipolar – Penyebab, Gejala & Cara Pengobatan

Penyakit Gangguan Bipolar – Penyebab, Gejala & Cara Pengobatan

Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar adalah penyakit mental dan mengganggu pada suasana hati yang berfluktuasi, kemudian akan mengganggu potensi hidup seseorang. Gejala gangguan bipolar ini akan muncul seiring waktu. Orang yang mengalami gejala ini akan kesulitan untuk tidur.

Selain itu juga akan muncul gejala seperti halusinasi, psikosis, delusi dan kemarahan paranoid. Kondisi ini bisa berasal dari genetik dan nongenetik. Orang yang terkena gangguan ini bisa dilihat dari tingkah laku dan apa yang dia lakukan.

Tentunya Anda tidak ingin orang terdekat Anda mengalami hal ini. Karena itu, setidaknya Anda perlu mengetahui apa saja gejala dari gangguan bipolar ini. Dengan begitu, Anda bisa merasa lebih tenang untuk menghadapi apa yang ada terjadi kedepannya.

Mengetahui Penyakit Gangguan Bipolar

Bipolar bisa menyerang siapa saja, sehingga tidak heran kalau ada banyak orang yang takut terkena kondisi tersebut. Masuk dalam jenis kondisi penyakit mental, bipolar bisa membahayakan nyawa seseorang.

Jika seseorang mengalami hal tersebut, maka suasana hati akan terasa buruk hingga mengalami depresi akut yang ekstrim. Hal ini akan membuat kegiatan sehari-hari penderita menjadi tidak baik.

Contoh kecil yang sering terjadi pada setiap harinya adalah halusinasi. Tingkat keparahan penderita juga berbeda-beda, mulai dari ringan hingga ekstrim, juga bisa berhenti beberapa hari dan kambuh lagi hingga beberapa minggu.

Seiring dengan gangguan depresi yang datang berterusan, maka secara tidak langsung juga akan mengganggu cara berpikir. Karena itu, orang yang mengidap gangguan ini akan kesulitan untuk melakukan kegiatan sosial.

Penyebab Gangguan Bipolar

Hingga kini penyebab gangguan bipolar sendiri tidak diketahui dengan pasti. Hanya saja, banyak dokter beranggapan kalau hal ini berkaitan dengan fungsi otak dan kadang juga karena komponen genetik, sehingga bisa diturunkan ke anak.

Biasanya kondisi seseorang terkena bipolar sekitaran usia 15 hingga 24 tahun bahkan bisa berlanjut jika tidak ditangani dengan benar. Bahkan banyak kasus penderita bipolar baru bisa didiagnosis ketika sudah berusia dewasa atau lebih dari 60 tahunan.

  • Mengalami stres yang berlebihan
  • Trauma akan hal sesuatu
  • Candu konsumsi alkohol + obat terlarang
  • Faktor keturunan yang memiliki riwayat mengidap penyakit bipolar

Setiap individu gejalanya berbeda-beda, malah ada beberapa orang yang tidak merasakan gejala tersebut. Selain itu, malah ada beberapa orang yang mengalami kondisi sangat buruk sehingga mengganggu mereka untuk bekerja dan hidup dengan normal.

Gangguan ini memiliki tingkat kekambuhan yang tidak bisa dikondisikan dengan maksimal. Karena itu, orang yang mengalami bipolar akan diawasi dengan intens ketika mereka kambuh. Bahkan 90% dari pasien bipolar, 1 yang lebih parah akan mengalami satu kondisi rawat inap pada psikiater.

Gejala Gangguan Bipolar

Ada banyak gejala yang terlihat ketika seseorang terkena penyakit mental ini. Masa dengan kondisi seseorang terkena depresi akut, orang yang terkena bipolar akan lebih cenderung merusak diri. Seperti beberapa gejala gangguan bipolar berikut ini.

  • Sulit berkonsentrasi, membuat keputusan dan mengingat
  • Sering putus asa
  • Insomnia, sering bangun pagi atau terlalu banyak tidur
  • Selalu diselimuti rasa bersalah, tidak berharga dan tidak berdaya
  • Kehilangan minat akan hobi dan aktivitas yang dilakukan
  • Fisik tidak mempan dengan obat
  • Suasana hati yang selalu sedih
  • Gelisah dan mudah marah
  • Rasa ingin mati yang sangat tinggi

Dari berbagai gejala gangguan bipolar tersebut, sebenarnya masih ada banyak sekali gejala yang sering terjadi pada seseorang. Jadi jika Anda memiliki kerabat atau teman yang memiliki ciri gejala tersebut, maka segera menghubungi psikiater.

Pengobatan & Pencegahan Gangguan Bipolar

Sampai saat ini masih be;um ada metode yang mampu mencegah gangguan bipolar, akan tetapi bisa mengurangi kambuhnya gejala, sangat dia njurkan mengkonsumsi obat-obatan sebagaimana resep dokter dan menjalani psikoterapi.

Jangan biarkan si penderita berada diam dalam kesendirian, harus dalam dampingan kerabat terdekat.

error: Content is protected !!