Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1

Usia Berapa Bayi Boleh Dipijat? Simak Penjelasaanya Disini

Usia Berapa Bayi Boleh Dipijat

Dengan memijat, bisa merangsang dan juga memperbaiki fungsi yang ada dalam sistem tubuh. Terutama bayi yang bisa menstimulasi pertumbuhan, gerakan, serta pelepasan hormon. Lalu, usia berapa bayi boleh dipijat?

Namun, penting untuk anda ketahui, sebelum memijat bayi, ada baiknya untuk selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak. Tak hanya itu saja, anda juga wajib berkonsultasi bagaimana teknik, durasi, serta frekuensi pemijatan tersebut.

Sebenarnya, Usia Berapa Bayi Boleh Dipijat?

Pijat bayi menjadi salah satu cara untuk memberikan stimulasi yang baik untuk tumbuh kembang bayi. Namun, cara pijat bayi pun wajib dilakukan dengan tepat agar bisa memperoleh manfaat yang optimal.

Jangan sampai cara memijat bayi anda lakukan justru menyakiti buah hati anda. Berikut ini cara yang baik dan tepat untuk panduan memijat bayi sesuai dengan perkembangannya, antara lain:

Bayi yang baru lahir bisa anda pijat pada bagian telapak kaki, kaki, lengan, serta telapak lengannya. Cara memijatnya pun dapat anda lakukan selama 3-5 menit.

Untuk bayi yang berusia satu bulan, bisa dipijat pada bagian kaki dan telapak kaki, lalu telapak tangan, dada, dan juga perutnya. Pemijatan tersebut juga bisa anda lakukan sekitar 10 menit.

Selanjutnya, untuk pemijatan bayi usia 2 bulan, bisa anda lakukan pada bagian kaki, telapak kaki, telapak tangan, lengan dada, perut punggung, hingga kepala. Pemijatan bisa anda lakukan selama 15 menit.

Pertanyaannya, apakah bayi prematur boleh dipijat atau usia berapa bayi boleh dipijat? Pemijatan sebenarnya bisa dilakukan pada buah hati yang prematur. Bahkan, pemijatan tersebut akan memberikan manfaat yang banyak.

Namun, dalam cara pemijatan serta durasinya berbeda dengan bayi yang lahir dalam keadaan normal. Cara yang baik adalah dengan mengusapnya secara lembut dan jangan sekali-kali mengacuhkan respon yang bayi berikan sepanjang anda memijatnya.

Jika ia menangis atau mengalami kegelisahan, kemungkinan besar ia merasa tak nyaman. Bisa saja, pijatan anda terlalu keras atau suasana hatinya sedang dalam kondisi yang tidak baik.

Apa Saja yang Harus Dihindari Saat Melakukan Pemijatan

Memijat bayi memang sangat bermanfaat, namun ada kalanya jika bayi merasakan sentuhan anda terlalu keras atau memang kondisi tubuh dan hatinya sedang tidak baik.

Selain memperhatikan respon yang bayi berikan, anda juga wajib menghindari memijat bayi saat satu minggu setelah bayi menjalani vaksinasi atau imunisasi.

Hindari hal tersebut karena bayi bisa saja mengalami efek vaksin seperti demam dan lain sebagainya.

Hindari juga memijat bayi yang tengah menderita ruam pada kulitnya, masalah pada tulang, sendi atau saat bayi sedang menjalani pengobatan apapun.

Lalu yang wajib anda perhatikan adalah saat anda memijat, sebaiknya mengarah ke atas yang sifatnya menstimulasi bayi. Sementara pemijatan ke arah bawah cenderung menenangkan bayi. Jadi, jika bayi anda baru lahir, maka sangat disarankan untuk memijat ke arah bawah.

Dengan memperhatikan hal-hal apa saja yang dapat anda perhatikan saat pemijatan, mulai dari usia berapa bayi boleh dipijat, dan berapa lama bayi boleh dipijat dan sebagainya, bisa memberikan berbagai manfaat untuk sang buah hati anda.

Manfaat Pijat untuk Bayi

Selain memijat untuk stimulasi, pijat bayi juga bermanfaat lain seperti dengan memberikan sentuhan atau kontak langsung sehingga membuat bayi menjadi lebih merasa aman dan nyaman.

Berikut adalah sejumlah manfaat yang dapat bayi peroleh saat melakukan pemijatan, antara lain:

1. Melancarkan Sistem Pencernaan

Manfaat yang pertama dari pertanyaan usia berapa bayi boleh dipijat adalah dengan membuat sistem pencernaan menjadi lebih lancar. Hal ini bisa membantu bayi bergerak lancar. Sesuai usianya, penting bayi untuk merasakan pemijatan.

Karena, bayi bisa saja rewel karena perutnya kembung, terjadi sembelit atau masalah pencernaan lainnya. Sehingga, dengan pemijatan, bayi akan merasakan kenyamanan.

2. Membuat Bayi Menjadi Lebih Tenang dan Nyaman

Dengan memijat, maka dapat merangsang sistem pada saraf pusat. Sentuhan fisik tersebut akan memberikan rangsangan ke otak dalam memproduksi lebih banyak serotonin dan juga endorfin.

Keduanya adalah hormon yang bisa menjadikan perasaan lebih bahagia dan nyaman. Bahkan, kedua hormon ini bisa mengurangi rasa nyeri pada bayi.

3. Bayi Lebih Nyenyak Tidur

Mengenai manfaat dan usia berapa bayi boleh dipijat, jika pijatan pada bayi akan membuat siklus tidur mereka menjadi lebih teratur. Hal ini berarti jika bayi akan tidur lebih nyenyak di malam hari dan menjadi lebih aktif jika siang hari.

Bayi yang rutin menjalani pemijatan, telah diketahui jika kadar melatoninnya menjadi lebih tinggi. Karena secara alamiah, tubuh akan memproduksi senyawa ini saat hari mulai gelap.

Dengan adanya senyawa atau hormon ini, membuat tubuh menjadi lebih cepat mengantuk. Maka semakin nyenyak bayi tertidur pada malam hari, lebih banyak hormon melatonin yang akan dilepaskan.

Tak hanya itu saja, pemijatan juga memiliki manfaat untuk membuat tubuh menjadi lebih rileks. Inilah mengapa jika bayi setelah dipijat, akan melalui waktu tidurnya lebih nyenyak.

Setelah mengetahui usia berapa bayi boleh dipijat serta manfaat bahkan cara membuatnya, maka anda sebagai ibu dan ayah bisa memberikan manfaat tersebut untuk mereka. Selain sehat, bayi anda akan melalui tumbuh dan berkembang dengan lebih baik.